Rss Feed Facebook Twitter Google Plus

post:


Jumat, 06 Juni 2014

MAKALAH PENELITIAN SEDERHAN PENINGGALAN SEJARAH
“CANDI WATU LUMPANG DESA PENDAWA”


Oleh Kelompok 1 Kelas X PS 2 :
1. Bayu Tri Adi Permana
2. MohamadKhoirulPadli
3. Ulin Nuha Albana
4. Yustika Bella Pratiwi

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 SLAWI

Jalan K.H. Wahid Hasyim 1 Telepon (0283) 491164 Slawi 2014


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas penelitian sejarah yang berjudul “CANDI WATU LUMPANG DESA PENDAWA”. Laporan pengamatan ini dibuat untuk memenuhi tugas dari guru sejarah.
Dalam penyusunan laporan penelitian ini, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Tawa sebagai narasumber dan warga Desa Pendawa yang sudah memberikan informasi mengenai keberadaan Candi Watu Lumpang.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membaca. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penulisan.Kami menyadari bahwa laporan penelitian ini kurang begitu sempurna, untuk itu kami menerima saran dan kritik yang bersifat membangun untuk perbaikan yang mengarah kesempurnaan. Akhir kata kami sampaikan terimakasih.







                                                                                                Slawi, 7 Februari 2014


Tim Penyusun

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Kegiatan Penelitian Sejarah
Di Desa Pendawa, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal
“Candi Watu Lumpang”
Tanggal 28 januari 2014




Pimpinan                                                                                                Penulis


M. Khoirul Padli                                                                            Yustika Bella Pratiwi
NISN:9977657788                                                                             NISN:9982257621





Guru Pembimbing


Dra. Siti Aisyah
NIP:196409241990032003

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
LEMBAR PENGESAHAN 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Perumusan Masalah 4
1.3 Tujuan Penelitian 4
            1.4 Manfaat Penelitian 4
1.5 Metode Penelitian 5
BAB II HASIL PENELITIAN
            2.1 Letak keberadaan dan Bentuk Candi Watu Lumpang 6
            2.2 Sejarah Candi Watu Lumpang 6
            2.3 Fungsi Candi Watu Lumpang 7
            2.4 Mitos Masyarakat Mengenai Candi Watu Lumpang 7
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
            3.1 Kesimpulan 9
            3.2 Saran 9
            3.3 Daftar Gambar Penelitian 10


BAB  I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Candi adalah suatu bangunan peninggalan yang sangat penting. Peninggalan candi-candi Indonesia perlu dilestarikan sebagai ciri khas suatu bangsa dan sebagai penguat adat daerah di Indonesia.
Candi-candi di Indonesia contohnya Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon dan sebagainya. Namun dari sekian banyak candi di Indonesia hanya ada sebagian candi yang masih terawat dengan baik dan diketahui oleh masyarakat. Banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui peninggalan sejarah yang ada di daerahnya.
Maka dari itu kami memilih “Candi Watu Lumpang Desa Pendawa” sebagai judul laporan penelitian ini.
1.2  Perumusan masalah
1.      Mengapa Candi Watu Lumpang terdapat di Desa Pendawa?
2.      Bagaimana sejarah Candi Watu Lumpang?
3.      Apa fungsi dari Candi Watu Lumpang?
4.      Bagaimana mitos yang berkembang di masyarakat sekitar?

1.3  Tujuan penelitian
 Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka kami mempunyai tujuan, yaitu:
1.      Untuk menyelesaikan tugas peminatan sejarah tentang proyek penelitian sederhana peninggalan sejarah oleh Ibu Dra. Siti Aisyah.
2.      Untuk mengetahui peninggalan sejarah yang ada di Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Tegal.
3.      Memberi informasi mengenai Candi Watu Lumpang kepada masyarakat.

1.4  Manfaat penelitian
1.      Kepada masyarakat: masyarakat dapat mengetahui keberadaan Candi Watu Lumpang di Desa Pendawa, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.
2.      Bagi penyusun :
a.       Kami dapat melaksanakan penelitian mengenai peninggalan sejarah.
b.      Setelah melaksanakan penelitian, kami dapat mengetahui peninggalan sejarah mengenai Candi Watu Lumpang di Desa Pendawa.
c.       Mengembangkan bakat dan potensi kami dalam praktek dan membuat makalah penelitian sederhana.

1.5  Metode Penelitian
Dalam mengumpulkan data, kami mencoba menggunakan beberapa metode, yaitu :
1.      Melakukan penelitian langsung ke lapangan dengan mengamati objek yang akan diteliti.
2.      Menggunakan sumber lisan.



BAB  II
HASIL PENELITIAN

2.1  Letak, keberadaan dan bentuk Candi Watu Lumpang.
Photo1346.jpgCandi Watu Lumpang terletak di Desa Pendawa, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Slawi, kira-kira 10 menit dari Slawi POS jika menggunakan kendaraan. Tepatnya di dalam sebuah Desa, ditengah- tengah rumah warga Desa Pendawa.

Gambar 1.1 Bentuk Candi Watu Lumpang
 
Masyarakat yang hidup di Desa Pendawamempunyai semboyan yaitu,”tentram,nyaman dan sejahtera”. Banyak dari masyarakat Desa Pendawa hidup sebagai petani. Sehubungan dengan hal itu banyak warga yang membuat sebuah wadah untuk menumbuk hasil pertanian
mereka terutama untuk menumbuk padi. Wadah tersebut diberi nama dengan Lumpang.
Bentuk Candi Watu Lumpang memang jauh berbeda dengan candi lainnya. Candi Watu Lumpang berbentuk seperti tumbukan padi. Terbuat dari batu yang ditengah-tengahnya terdapat lubang sebagai tempat untuk menumbuk padi. Terdapat dua jenis, yang pertama kecil dan berwarna abu-abu dan yang kedua bentuknya besar berwarna hitam. Untuk lebih jelasnya, lihatlah gambar diatas.

2.2  Sejarah Candi Watu Lumpang.
Menurut para ahli di Desa Pendawa, Candi Watu Lumpang berdiri sebelum Indonesia di jajah. Candi ini berdiri bersamaan dengan Babad Desa Pendawa. Menurut masyarakat sekitar, Desa Pendawa merupakan desa pertama yang ada di Indonesia.
Ketika Indonesia dijajah, masyarakat Desa Pendawa berlindung di sekitar tempat Candi Watu Lumpang. Mereka percaya, bahwa tempattersebut dapat mengayomi dan melindungi masyarakat Desa Pendawa.
Asal mula adanya Candi Watu Lumpang tidak lepas dari perekonomian di Desa Pendawa. Sebagian besar masyarakat Desa pendawa bermata pencaharian sebagai petani. Awalnya mereka bingung, bagaimana caranya supaya padi hasil panen mereka dapat menjadi beras, dan beras tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada saat itu belum ada penggilingan padi seperti yang sekarang ini, sehingga masyarakat Desa Pendawa membuat alat yang bisa digunakan untuk menumbuk padi. Sekian tahun mereka menjalani hidup dengan modal tumbukan padi, akhirnya mereka beranggapan bahwa tumbukan padi (lumpang) ini sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Desa Pendawa. Sehingga mereka menciptakan sebuah benda yang sekarang kita kenal sebagai Candi Watu Lumpang.

Di sekitar tempat tersebut terdapat makam Pangeran Kuning. Pangeran inilah

     
 
 Gambar 1.2 Makam Pangeran Kuning yang dianggap sebagai pemilik dari candi Watu Lumpang sebelum digantikan oleh Bapak Tawa.


2.3  Fungsi Watu Lumpang.
Fungsi dari Candi Watu Lumpang terbagi menjadi dua, yaitu fungsi masa lalu dan fungsi sekarang.
a.       Fungsi masa lalu dari Candi Watu Lumpang yaitu sebagai alat untuk menumbuk padi.
b.      Fungsi sekarang.
1.      Tempat pengayoman.
2.      Tempat untuk meminta perlindungan.
Pada kenyataanya menurut masyarakat Desa Pendawa, banyak orang yang datang ke Candi Watu Lumpang untuk bertapa di sampingnya. Dua fungsi diatas dimaksudkan sesuai dengan ajaran agama yang dianut.

2.4  Mitos masyarakat mengenai Candi Watu Lumpang.
Beberapa mitos yang beredar dalam masyarakat Desa Pendawa memang jika difikir menggunakan akal sehat tidak bisa. Karena menurut masyarakat di sekitar tempat tersebut terdapat Nyi Genden Sari. Mereka mempercayai adanya sosok Nyi yang menjadi penunggu di tempat tersebut.
Anggapan lain mengenai candi Watu Lumpang yaitu, jika kita menginginkan sesuatu, kita bisa mencoba “nyikep” batu yang hitam besar. Jika kedua tangan dapat bertemu, orang tersebut akan sukses.


BAB  III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1  Kesimpulan
Kesimpulanya Candi Watu Lumpang adalah sebuah peninggalan sejarah yang terletak di Desa Pendawa Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Candi ini berdiri sebelum adanya penjajahan di Indonesia, terutama di daerah Kabupaten Tegal. Candi ini bukanlah sebuah candi Hindu atau candi Buddha, namun semua orang bisa menggunakan candi Watu Lumpang dengan kepercayaan mereka masing-masing. Candi ini berbentuk lesung atau lumpang yang berwarna hitam dan abu-abu. Candi ini dibentuk sebagai rasa terima kasih masyarakat Desa Pendawa, karena setelah sekian lama mereka menggunakan lumpang sebagai alat untuk menumbuk padi. Mitos masyarakat Desa Pendawa mengenai Candi Watu Lumpang yaitu jika kita dapat “nyikep” candi tersebut dan mempertemukan kedua tangan kita maka itu merupakan tanda bahwa kita akan meraih kesuksesan.
3.2  Saran
Peninggalan sejarah merupakan aset penting dari sebuah negara. Banyak yang mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan peninggalan-peninggalan sejarahnya. Seperti yang telah dibahas diatas, banyak orang disekitar Kabupaten Tegal yang tidak mengetahui keberadaan Candi Watu Lumpang. Ini menandakan bahwa masyarakat tidak terlalu peduli terhadap peninggalan sejarah di daerahnya. Kami sebagai pemuda Indonesia mengharapkan masyarakat lebih peduli dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Indonesia, terutama di Kabupaten Tegal.









Read more