Rss Feed Facebook Twitter Google Plus

post:


Selasa, 14 Januari 2014

Dinamika Litosfer

 
DINAMIKA LITOSFER
       A.  Lapisan Bumi
1.     Berdasarkan komposisinya / sifat kimiawinya
a.    Kerak / crust (C)
Kerak dibagi menjadi 2, yaitu :
1.     Kerak benua
Ciri-ciri kerak benua :
a. memiliki kepadatan 2,7 g/cm³
b. ketebalan 20 – 70 km
c. tersusun oleh silica Alumunium sehingga kerak bumi lebih ringan                                                                            dibandingkan kerak samudara
d. tersusun oleh batu granit
e. kerak benua lebih tua 3,8 miliyar tahun dibanding kerak samdura
                        2.   kerak samudra
Ciri-ciri kerak samudra :
a. memiliki kepadatan 3 g/cm³
b. ketebalan 5-10 km
c. tersusun oleh silica feron Magnesium sehingga lebih berat
d. tersusun oleh batu basalt
e. terdapat pematang tengah samudra
b.    Mantle (M)
Mantle bumi memiliki ketebalan 2.900 km. 85% bagian bumi adalah mantel bumi. Mantel bumi bersifat plastis ( kental ). Mantel bumi dibagi menjadi 2, yaitu :
1.     Selubung bawah ( lower mantle )
a.    Lebih padat dibanding selubung atas, karena besarnya tekanan pada kedalaman
2.    Selubung atas ( upper mantel )
a.    Agak lunak seperti aspal disiang hari yang terkena panas.
c.    Inti / core (C)
1.             Inner core (inti dalam)
a.    Tersusun oleh besi.
b.    Lebih padat karena mendapat tekanan.
2.            Outer core (inti luar)
a.    Tersusun oleh nikel dan besi.
b.    Lebih cair.
c.    Outer core ikut berotasi sehingga menghasilkan magnet bumi.
2.    Berdasarkan mekanik / fisik
a.    Litosfer ( kerak + mantel bagian atas )
b.    Astenosfer
c.    Mesosfer
d.    Outer core
e.    Inner core

       B.  Dinamika litosfer
Lithosfer berasal dari bahasa yunani yang artinya lapisan batuan. Litosfer adalah lapisan kerak Bumi paling luar yang terdiri dari batuan.
Batuan yang membentuk litosfer mengandung beberapa senyawa kimia. Kandungan senyawa kimia yang paling banyak dalam litosfer yaitu oksida silikon (SiO2). Oleh karena itu litosfer dinakamakan lapisan silikat.
Berikut ini adalah tabel tentang senyawa yang terkandung dalam litosfer.
No
Nama oksida
Rumus Kimia
Jumlah (%)
1.
Oksida silikon
SiO₂
59,12
2.
Oksida aluminium
A1₂O₃
15,34
3.
Oksida besi
Fe₂O₃
3,08
4.
Oksida magnesium
MgO
3,49
5.
Oksida kalsium
CaO
5,08
6.
Oksida natrium
Na₂O
3,84
7.
Oksida kalium
K2₂O
3,13
8.
Air
H₂O
1,15
9.
Oksida titanium
TiO
1,05
10.
Oksida fosfor
P₂O₃
0,30
11.
Oksida mangan
MnO
0,12
12.
Lain-lain

0,05

Jumlah

100,00

        C.  Jenis batuan dan proses terjadinya
Ø  Batuan adalah kulit bumi yang terdiri dari zat-zat
padat.
1.     Batuan beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku.
a.    Batuan beku dalam ( plutonis )
Terjadi dari magma yang membeku dekat dengan dapur magma. Contoh : granit, diorit, batholit, gabbro, peridodit, sienit.
b.    Batuan beku gang ( korok )
Terjadi pada celah-celah pipa magma gunung api. Contoh : porfiri granit, porfiri diorit, profiri gabro, porfiri sienit.
c.    Batuan beku luar ( vulkanik / efusit )
Terjadi karena lava yang membeku di permukaan bumi. Contoh : obsidian, basal, andesit, scoria, batu apung.

2.  Batuan sedimen
Sedimen atau biasa kita sebut sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi dan korasi ke daerah yang lebih rendah.

a.    Berdasarkan proses pembentukanya :
1.     Batuan sedimen klasik atau mekanik ( Besar menjadi kecil, kimiawinya tetap )
Batuan sedimen klasik terbentuk dari gumpalan batu besar yang diangkut dari lereng gunung, melalui air hujan lalu diangkut oleh arus sungai dan kemudian diendapkan didaerah hilir dalam bentuk pasir yang susunan kimiawinya masih sama dengan batuan asal.
Contoh batuan klasik yaitu :
·         Batu breksi
·         Konglomerat
·         Batu pasir
·         Batu serpih
·         Batu lempung

2.    Batuan sedimen kimiawi (besar menjadi  kecil, kimiawinya berubah )
Terbentuk melalui proses kimiawi,seperti yang dialami batu kapur di bagian atap gua kapur. Batu kapur yang diresapi air hujan yang mengandung karbondioksida akan larut dalam bentuk larutan kapur. Sebagian larutan itu menetes dari atap gua dan jatuh ke dasar gua yang kering, sebagian lagi menempel pada bagian atas guasehingga terbentuklah endapan kapur sebagai sisa penguapan air kapur pada saat larutan itu menetes. Terbentuklah stalaktik yang menggantung dibagian atas dan stalakmit yang berada dibawah.
3.    Batuan sedimen organik ( organis )
Dibentuk dari penumpukan ( akumulasi ) sisa-sisa tumbuhan dan hewan.
Contoh : batu karang, batu bara, batu kapur, batu gamping, batu gambut, endapan diatomae.

b.    Berdasarkan tenaga pengakut.
1.     Aquatis ( oleh air )
Material hasil erosinyang diangkut oleh aliran air akan diendapkan didataran rendah, muara sungai, tepi sungai, atau danau dan dasar laut. Wujudnya beruapa batubara, endapan, karang, limestone, batu kapur, batu gamping, batu gambut, dataran delta, gosong pasir, dataran alluvial.
2.    Aeolis ( oleh angin )
Sedimentasi material endapanya diangkut oleh angin akan terbentuk beberapa wujud atau bentukan, yaitu :
a.    Tanah loss, debu yang dibawa oleh angin dari gurun dan membentuk tanah loss. Jika tersedia cukup air maka tanah itu akan sangant subur dan cocok untuk pertanian.
b.    Sand dunes, yaitu gumuk-gumuk pasir ditepi pantai hasil endapan erosi angin.
c.    Barchan, yaitu gumuk pasir berbentuk tapal kuda hasil endapan erosi angin. Contoh yang ada di pantai parang tritis yogya karta.
3.    Marine ( oleh air laut )
Sedimentasi oleh gelombang laut berupa tanggul pantai yang disebut beach ridge.
4.    Glacial ( oleh gletser / es )
Sedimentasi oleh gletser berupa gundukan batuan yang tertinggal diujung gletsermdan dapat berupa moraine.

c.    Berdasarkan tempat pengendapanya
1.     Sedimen teristris ( di darat ) contoh : batu pasir
2.    Sedimen marine ( di laut ) contoh : batu kapur atau gamping, batu karang.
3.    Sedimen limnis ( di danau atau rawa ) contoh : tanah gambut.
4.    Sedimen fluvial ( di sungai ) contoh : tanah pasir ditepi sungai.
5.    Sedimen glacial ( di daerah es ) contoh : batu lim, morein.
3.    Batuan Metamorf / malihan
Batuan malihan atau meatmorf adalah batuan yang mengalami perubahan struktur dan komposisi karena pengaruh suhu dan tekanan yang sangat tinggi dan campuran dari gas yang tercampur secara bersamaan.
Ada 3 macam batuan malihan :
1.     Batuan malihan kontak terjadi karena suhu tinggi dan dekat dengan dapur magma dan terjadi dalam waktu yang lama. Contohnya batu mualam atau marmer.
2.    Batuan malihan dinamon terjadi karena tekanan tinggi akibat gaya tektonik dan terjadi dalam waktu yang lama. Contohnya batu tulis, batu bara.
3.    Batuan malihan kontak pneumotolotik terjadi karena suhu tinggi dan tekanan tinggi. Contohnya batu akik.

  D.  Siklus terjadinya batuan.
Siklus batuan adalah suatu proses yang menggambarkan perubahan dari magma yang membeku akibat pengaruh cuaca hingga menjadi batuan beku. Lalu sedimen batuan sedmon dan batuan metamorf dan akhirnya menjadi magma kembali.
Larva yang mengeras menjadi batuan beku memecah berbagai macam cara. Antara lain pelapukan fisika, kimia, biologi. Hasil dari pelapukan memecah batuan yang lebih kecil agar mudah berpindah tempat.

 
Diawali dengan magma yang membeku kemudian membentuk batuan beku. Setelah itu batuan beku mengalami penghancuran, pelapukan dan pengendapan,sehingga menghaslkan sedimen. Sedimen ini merupakan batu – batu kecil yang kemudian mengalami proses kompeksasi ( pemadatan ) dan sementasi ( pengerasan ) sehingga membentuk batuan sedimen. Batuan sedimen mengalami proses baik secara kimiawi,fisika atau tambahan zat lain sehingga membentuk batuan malihan. Batuan malihan ni lah yang nantinya menjadi magma kembali.

   E.  Manfaat bantuan
1.     Batuan beku
a.    Batu granit ( batuan beku dalam  )
Batu granit kebanyakan besar, keras dan kuat. Oleh karena itu banyak digunakan sebgai konstruksi bangunan.
b.    Batu andesit ( batuan beku peralihan )
Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalit, candi dan piramida.
2.    Batuan sedimen
a.    Untuk bahan dasar bangunan ( gypsum )
b.    Untuk bahan bakar ( batu bara )
c.    Untuk pengeras jalan ( batu gamping )
d.    Untuk pondasi bangunan ( batu gamping )
3.    Batuan metamorf
a.    Dapat digunakan sebagai alat menulis ( batu sabak )
b.    Untuk lantai ( batu marmer )
c.    Untuk dekorasi bangunan ( marmer )
d.    Untuk batu nisan ( marmer )
e.    Untuk perhiasan ( emas, batu mulia, intan )

·         Akibat pelapukan mekanik pada batuan
1.     Batu menjadi pasir digunakan untuk konstruksi bangunan
2.    Pasir kuarsa terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kristal kuarsa. Yang di cuci oleh alam. Misalnya oleh sungai, danau, serta gelombang air laut dipantai. Kegunaan pasir kuarsa seperti tanah liat, industri kimia, industri keramik dan pengecoran besi.

NAMA KELOMPOK :
    1.     MOHAMAD KHOIRUL PADLI
    2.    PASHA RAMADANI KESDU
    3.    REZA ARIFIAN
    4.    RISKI MARYANI
    5.    SAIFUL HIKAM




                                                            KELAS X PS 2



Share This :

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About